LOMBA DEBAT: MENATA PIKIR, MENGUATKAN ARGUMEN

Bahasa merupakan alat komunikasi yang paling efektif dalam penyampaian pesan. Situasi dan tempat penyampaian pesan menentukan model berbahasa para pengguna. Salah satu model berbahasa yang dapat dijadikan pilihan dalam penyampaian pesan adalah debat. Model debat mengharuskan para pengguna untuk menyampaikan pesan dengan argumentasi yang kuat dan kritis. Berkaitan dengan hal tersebut, English Federation of Smanisda (EFOS) SMAN 1 Sidoarjo melaksanakan lomba debat tahun ini dengan nama SMASH (Smanisda Open Debate Championship) 2017.

 

SMASH 2017 diikuti oleh siswa SMA, mahasiswa, dan semua kalangan nonpelajar. Lomba debat ini diadakan secara terbuka tanpa adanya batasan dari segi usia dan institusi demi terjadinya perluasan kesempatan dalam menyampaikan ide, gagasan, dan wawasan secara kritis. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari, yaitu Jumat dan Sabtu tanggal 28—29 April 2017.

 

Sekitar pukul 17.00 WIB pada Sabtu, 29 April 2017, serangkaian kegiatan SMASH 2017 selesai dilaksanakan tanpa hambatan yang berarti. Lomba debat bahasa Inggris tahun ini telah memunculkan beberapa pemenang, yaitu tim Hiding in The Closet Universitas Gajah Mada Yogyakarta dengan anggota Bagus P. Santoso, Dhanny Lazuardi, dan Sry Handini Puteri (Pemenang I); tim Okky Jelly Drink Universitas Brawijaya Malang dengan anggota Farida, Leditya, dan Gianulihi (Pemenang II); serta tim Black Widow Universitas Brawijaya Malang dengan anggota Sistha, Aida, dan Fauzi (Pemenang III). Adapun kategori best speaker, yaitu Dhanny Lazuardi dari UGM (Best Speaker Overall), Mareeka Yinawati dari SMA 3 Yogyakarta (Best Speaker SMA), dan Deira dari SMPN 6 Sidoarjo (Best Speaker SMP).

 

Akhirnya, sebuah asa tertuju kepada para peserta SMASH 2017 agar selalu menjadi mata air argumen yang selalu mengalir dengan kritis dan logis disertai independensi yang kuat. Semoga.

Leave a Reply